Ternyata Tabungan-Deposito Bukan Pilihan Tepat untuk Investasi
Membaca Harian Tribun Timur hari ini, saya menemukan sebuah artikel berjudul “Jangan Bodoh Investasi di Tabungan-Deposito”.
Berikut ini saya kutip artikel tersebut.
Kebanyakan orang menaruh dananya di tempat yang “aman” seperti tabungan dan deposito bank. Padahal bila anda masih di bawah 40 tahun, maka ini ironis. Karena sebenarnya tabungan dan deposito malahan tidak aman.
Kalau anda punya uang Rp.100 juta yang ditaruh dalam deposito, dengan bunga misalnya 12 persen per tahun. Maka jumlah bunga yang anda dapatkan pada akhir tahun adalah Rp.100 juta x 12 persen = Rp. 12 juta. Tetapi, bila dipotong pajak bunga deposito sebesar 15 persen, maka bunga yang anda dapatkan adalah Rp.10,2 juta pada akhir tahun.
Sehingga sebetulnya, suku bunga yang anda dapatkan setelah pajak adalah10,2 persen per tahun. Masalahnya, apakah bunga yang besarnya Rp.10,2 juta tersebut bisa terus menerus membeli barang dan jasa yang harganya Rp.10,2 juta setiap tahunnya?
Jawabannya jelas TIDAK karena dalam 12 tahun terakhir rata-rata kenaikan harga barang dan jasa yang terjadi di Indonesia adalah 13,35 persen per tahunnya.
Dengan asumsi ini maka sebetulnya suku bunga riil yang anda dapatkan adalah : suku bunga setelah pajak (10,2%) dikurangi inflasi (13,35%) sama dengan minus 3,5 persen.
Artinya, bila pada saat ini anda menginvestasikan uang Rp.100 juta, maka deposito yang memberikan bungan 12 persen per tahun sebelum pajak, setelah 10 tahun saldo riil anda pada akhir tahun ke-10 adalah Rp.72.609.969,-
Dengan kata lain, uang anda menyusut 3,15 persen per tahunnya. Inilah kenapa banyak orang yang gagal secara keuangan.
Wah, membaca artikel di atas membuat kita harus mencari alternatif lain untuk menempatkan uang kita agar memperoleh imbal hasil yang menguntungkan.
Popularity: 22% [?]













One Comment on “Ternyata Tabungan-Deposito Bukan Pilihan Tepat untuk Investasi”
sebenernya emang kurang pas untuk kita yang masih muda untuk invest di deposito, yang terbaik sebenarnya ada di reksa dana dengan tingkat resiko yang sesuai dengan perhitungan serta keberanian kita…ada banyak tingkatan resiko dan profit. resiko dan profit akan berbanding lurus…
semakin besar resiko maka semakin besar pula profit…dan juga sebaliknya.
dalam artikel diatas ada beberapa hal yang munkin bisa saya kritik, untuk inflasi nampaknya sekarng tak akan sebesar yang dikatakan pada contoh diatas (13,35%) sebenarnya inflasi kita tak sebesar itu lebih kurang 5-7 persen pertahun dengan kata lain deposito pun memiliki keuntungan cuma kurang begitu baik.
itu aja mungkin komen nya..
thanks ya.